BelajarAdsense

Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Oktober 2011

21 Obat Tradisional yang Dilarang BPOM


Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan peringatan agar masyarakat tak mengkonsumsi 21 obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat (BKO) karena dapat membahayakan kesehatan.

"Berdasarkan hasil pengawasan BPOM sampai dengan bulan Juli 2011, ditemukan 21 obat tradisional mengandung BKO, 20 diantaranya merupakan obat tradisional tidak terdaftar atau ilegal," kata Kepala BPOM Kustantinah di Jakarta, Kamis.

Senin, 13 Juni 2011

Empat Hal Perusak Wanita Capai Klimaks

Sebanyak 75 persen wanita tidak mampu mencapai klimaks hanya dengan hubungan intim.

VIVAnews  - Sebagian wanita sering mengeluh sulit mencapai kepuasan bercinta. Tak seperti pria, gairah seks wanita sangat dipengaruhi kondisi tubuh hingga suasana hati.

Sebuah penelitian, seperti dikutip dari laman Shine, menunjukkan, 75 persen wanita tidak mampu mencapai klimaks hanya dengan hubungan intim.

Kaum hawa kerap membutuhkan stimulasi tambahan seperti foreplay atau mainan seks agar bisa merasakan kenikmatan bercinta. Studi lain menyatakan, 10-15 persen wanita tidak dapat mencapai 'puncak' sama sekali.

Jika Anda merasakan hal sama, jangan berkecil hati. Ada empat hal perusak kualitas orgasme yang umum pada wanita. Bisa jadi inilah biang keladi sulitnya mencapai kenikmatan seksual saat bercinta dengan suami.

1. Terlalu mengendalikan diri

Agar dapat menikmati pengalaman seksual yang memuaskan, Anda harus melepaskan kontrol terhadap diri. Biarkan tubuh yang berbicara. Jika Anda adalah tipe orang yang selalu mengendalikan diri dan emosi, mencapai klimaks mungkin sangat sulit dilakukan.

Cobalah relaks dan lepaskan semua perasaan yang mengganggu saat bersama pasangan. Anda bisa memulai aktivitas intim dengan sesuatu yang santai seperti berdansa di ruang tamu, atau apapun yang bisa menunjukkan ekspresi diri tanpa kendali. Semua ini bisa menjadi pelajaran yang positif untuk bisa menikmati orgasme.

2. Terlalu TegangKadang-kadang, kita memiliki begitu banyak ketegangan. Bisa terjadi akibat stres pekerjaan di kantor atau masalah di rumah. Akibatnya, otot-otot tubuh ikut stres dan tegang.

Jika ketegangan terjadi, sulit bagi tubuh untuk relaks apalagi menikmati orgasme. Jika hal ini sering Anda alami, mintalah pasangan Anda untuk memijat tubuh sebagai bagian dari foreplay.
Ini akan memberi Anda waktu untuk bersantai. Lakukan sesaat sebelum berhubungan karena bisa bermanfaat mengendurkan otot lelah.

3. Terlalu peka Memerhatikan posisi, kekurangan tubuh, atau suara selama berhubungan intim mungkin bisa menjadi penyebab sulitnya wanita merasakan kenikmatan di puncak asmara.

Jika Anda terlalu sulit mengabaikan suasana sekeliling saat berhubungan seks, akan membuat Anda sulit untuk benar-benar menikmati pengalaman asyik saat bercinta.

Daripada fokus pada hal-hal yang dapat membuat Anda merasa gelisah, lebih baik berpikir bahwa semua orang melakukannya untuk mendapat kenikmatan. Bersenang-senanglah!

4. Membenci tubuh sendiriMinder dengan bentuk tubuh yang tak proporsional, merupakan penghalang untuk sampai ke puncak gairah. Mulailah untuk mencintai bagian tubuh yang Anda miliki. Ini bisa membantu Anda mendapat kepuasan hubungan seks.

Senin, 06 Juni 2011

Tetap Waspadai Ancaman E.Coli

Bramirus Mikail | Asep Candra | Senin, 6 Juni 2011 | 11:19 WIB
 

JAKARTA, KOMPAS.com - Meskipun di Indonesia tidak dilaporkan akan adanya kasus infeksi strain E.Coli yang sedang mewabah di Eropa, masyarakat diminta tetap waspada dengan ancaman infeksi bakteri yang telah merenggut banyak korban tersebut.
Langkah pengamanan dapat dilakukan dengan cara selalu menjaga kebersihan, mengurangi konsumsi makanan mentah dan selalu memanaskan makanan hingga suhu tertentu. 
Menurut Dr. Anis Karuniawati, PhD, SpMK, Ketua Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) kewaspadaan tetap perlu dilakukan meski diketahui orang Indonesia pada umumnya lebih suka mengkonsumsi makanan yang sudah matang. Berbeda dengan warga Eropa yang memiliki kebiasaan menyantap makanan mentah, terutama sayur-sayuran.
Untuk mencegah kemungkinan infeksi bakteri membahayakan, kata Anis, setidaknya ada tiga langkah yang dapat dilakukan. Pertama, hindari makan makanan yang mentah serta cuci sayuran dengan air matang untuk mengurangi jumlah bakteri.  Kedua, memasak makanan/minuman dengan benar, sampai matang. Ketiga, cuci tangan dengan air dan sabun sebelum makan (atau dengan hand sanitizer).
"Bakteri pada umumnya akan mati pada pemanasan 70 derajat celcius selama 30 menit. Sehingga, perlu diperhatikan proses pengolahan makanan/minuman," imbuh  Anis  Sabtu, (4/6/2011), di Jakarta.
Gagal ginjal
Wabah bakteri di Eropa saat ini, menurut di sebabkan oleh kuman yang termasuk dalam kelompok Entero-haemorrhagic Escherichia coli (EHEC). Escherichia coli atau biasa disingkat E. coli, adalah salah satu jenis spesies utama bakteri gram negatif. Pada umumnya, bakteri ini dapat ditemukan dalam usus besar manusia. Kebanyakan E. Coli tidak berbahaya, tetapi beberapa, seperti strain E. Coli seperti O157:H7, dapat mengakibatkan keracunan makanan yang serius pada manusia.
Diketahui bahwa, EHEC selain menyebabkan diare akut juga dapat menyebabkan Hemolytic Uremic Syndrome (HUS)/gagal ginjal langka. Menurut  Anis,  hal itu karena E.coli tersebut memiliki kemampuan menghasilkan toksin yang disebut Verotoksin (VT) 1 dan 2.
Secara singkat Anis memaparkan bagaimana proses bakteri tersebut bisa mengakibatkan gagal ginjal pada si penderitanya. "Bakteri masuk bersama makanan terkontaminasi lalu melekat pada mukosa usus besar dan menghasilkan toksin tersebut. Verotoksin kemudian masuk ke aliran darah dan terikat pada reseptor Gb3 yang terdapat di ginjal," katanya.
Anis melanjutkan, Verotoksin yang dihasilkan EHEC diketahui mirip dengan toksin yang dihasilkan oleh Shigella dysentriae sehingga disebut juga Shiga-like toxin (ST). Sehingga dapat dikatakan bahwa, E.coli tersebut kemungkinan mendapatkan kemampuan menghasilkan toksin akibat transfer gen dari Shigella dysentriae.
Menurutnya, terdapat beberapa serotipe E.coli yang termasuk dalam kelompok EHEC. Terbanyak adalah serotipe O157:H7, selain itu juga serotipe non-O157:H7 dan termasuk yang pernah dilaporkan di Korea E.coli O104:H4. Pembagian serotipe adalah berdasarkan antigen H (flagel) dan O (somatik) yang dimiliki oleh E.coli.
Terkait bagaimana proses bakteri bermutasi sehingga menjadi sangat mematikan, Anis mengungkapkan, seperti pada umumnya bakteri, materi genetik sel bakteri dapat dipindahkan secara vertikal atau horisontal. Pemindahan materi genetik secara horisontal dapat terjadi dari sel bakteri ke sel lain yang masih dalam kelompok spesies yang sama ataupun berbeda.
"Cara pemindahan bisa secara langsung, melalui pili (salah satu organel sel) atau dipindahkan oleh bakteriofaga atau virus peng-infeksi bakteri dari satu sel bakteri ke sel yang lain," terangnya.
Menyerang tubu dengan imunitas baik
Anis mengatakan, beberapa tahun lalu EHEC menyebabkan wabah di beberapa negara besar seperti Amerika Serikat, Jerman dan Jepang. Pada saat itu sumber infeksi adalah susu dan daging (untuk burger) yang tidak dimasak hingga matang. Bakteri menyerang pada anak-anak dan usia lanjut atau pada dewasa dengan imunitas yang kurang berfungsi baik.
Namun, wabah yang terjadi saat ini di Eropa ternyata juga menyerang orang dewasa dengan imunitas yang baik. Sehingga kemungkinan strain E.coli penyebab wabah adalah EHEC dengan tambahan sifat lainnya yang lebih virulen.
"Berita terakhir yang saya baca, hasil penelitian sementara mengatakan kemungkinan strain E.coli baru ini mendapat sifat virulensinya dari EHEC dan EAEC," ungkapnya.
Disinggung soal jenis E.coli yang ada di Indonesia, Anis mengaku bahwa, sampai saat ini tidak tersedia data baru mengenai jenis-jenis E.coli yang ada.
"Di laboratorium Indonesia secara rutin dilakukan identifikasi E.coli sampai mengetahui E.coli tersebut patogen atau tidak. Namun E.coli yang patogen tidak diidentifikasi lebih lanjut termasuk dalam kelompok yang mana," jelasnya.
Sebagian E.coli yang menjadi patogen, kata Anis, dapat dibagi dalam beberapa kelompok seperti, Entertoxigenic E.coli (ETEC), Enteropathogenic E.coli (EPEC), Enterohaemorrhagic E.coli (EHEC) atau Shiga-like Toxin producing E.coli (STEC), Enteroaggregative E.coli (EAEC), Enteroinvasive E.coli (EIEC), dan Diffusely Adherent E.coli (DAEC).
"Pembagian tersebut berdasarkan faktor virulensi (faktor yang menyebabkan penyakit) yang dimilikinya," tandasnya.

Kompas.Com, 6 Juni 2011

Senin, 30 Mei 2011

Menkes Akui, Kedokteran Masih Mahal

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Kesehatan (Menkes) Endang Rahayu Sedyaningsih mengakui jika pendidikan kedokteran dirasakan masih sangat mahal. Biaya yang diperlukan untuk kuliah di fakultas kedokteran sekurang-kurangnya mencapai Rp 35 sampai Rp 50 juta per mahasiswa per semester.

Demikian diucapkan Menkes dalam surat yang dibacakan oleh Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh pada Rapat Kerja dengan Komisi X DPR, Senin (30/5/2011) siang di Jakarta. Namun, lanjut Menkes, walaupun dinilai mahal, nyatanya pendidikan kedokteran masih menjadi pendidikan terfavorit yang diminati masyarakat sehingga calon mahasiswa harus mengikuti seleksi sangat ketat untuk bisa mengenyam pendidikan tersebut.
AutoBacklinkGratisFree Promotion LinkFree Smart Automatic BacklinkMalaysia Free Backlink Services MAJLIS LINK: Do Follow BacklinkLink Portal Teks TVjapanese instant free backlink Free Plugboard Link Banner ButtonFree Automatic Backlink Service
Free Automatic Link